PUJIAN SI TERTINDAS

1 2 3 4 5 Rating 4.34 (56 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: MAZMUR 22

Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya. (Mazmur 22:25)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yesaya 64-66



Ada banyak kisah tentang penindasan. Penindasan bisa dialami siapa saja dan kapan saja. Bentuk penindasan pun bermacam-macam. Ada sekelompok orang yang diperlakukan begitu kejam bak sapi perah. Ada orang yang mengalami tindak kekerasan oleh orang terdekat. Hingga maraknya bentuk-bentuk penindasan verbal yang dialami oleh anak-anak. Apa pun bentuknya, penindasan selalu menimbulkan rasa sakit yang begitu hebat. Orang yang tertindas kerap digambarkan sebagai sebuah ketidakberdayaan. Hanya ada amarah di hati dan jeritan pilu yang kadang tak terucap.

Tertindas dan tak berdaya, kisah pilu inilah yang kita baca tentang pemazmur hari ini. Ia menjerit karena merasa diri ditinggalkan Allah. Ada amarah yang diluapkan karena ia merasa seruannya tidak dihiraukan Allah. Ia mencoba bertahan terhadap orang-orang yang terus-menerus mengolok-olok dan menghinanya. Ya, untuk sesaat pemazmur menjerit dalam ketidakberdayaannya, namun ia tidaklah meninggalkan Allah. Ia tetap percaya bahwa Allah akan memberinya kekuatan dan pengharapan. Itu sebabnya pemazmur berkata: “Aku akan memasyhurkan nama-Mu” (ay. 23).

Seperti pemazmur, penderitaan yang tak kunjung berhenti membuat kita merasa ditinggalkan Allah. Kita pun menjerit. Yesus pun menjerit hal yang sama saat tubuh-Nya terpaku di kayu salib. Tetapi kita belajar bahwa baik pemazmur maupun Yesus tidak meninggalkan Allah. Mampu tetap memuji Tuhan di tengah penindasan adalah perjuangan iman. Dalam pujian kepada Allah ada keyakinan bahwa Allah akan membebaskan kita dari derita.

—SYS/www.renunganharian.net


KETIKA KITA TETAP MEMILIH “JALAN IMAN” DI TENGAH PENINDASAN, KITA SEDANG MEYAKINI
BAHWA ALLAH TIDAK PERNAH TINGGAL DIAM MELIHAT PENDERITAAN KITA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:


Renungan via Hari Ini

Klik SUBSCRIBE + Tanda Lonceng 🔔 untuk mendapatkan notifikasi saat renungan terbaru sudah tersedia.