1 2 3 4 5 Rating 0 (0 Votes)

Sahabat  yang terkasih,

Dalam kalender Masehi, bulan kedua dinamai Februari yang berasal dari kata berbahasa Latin, Februa. Kata ini berasal dari festival penyucian dan penebusan dosa yang berlangsung selama periode tersebut. Ada satu pertanyaan menggelitik, mengapa dipakai untuk bulan kedua? Bukankah bersih-bersih diri dan lingkungan itu lebih tepat di awal tahun agar bisa memulai hidup yang baru di tahun yang baru? Agaknya alasan ini memang tepat. Sebab, biasanya bulan pertama di awal tahun, kita semua penuh euforia menyambut tahun baru, penuh pesta dan rencana yang ambisius.

Bulan kedua adalah saatnya untuk duduk sejenak, merenung dan mengevaluasi diri, agar tahun baru yang baru saja dimasuki menyajikan tekad hidup yang sungguh-sungguh baru, bersih dari segala tingkah polah yang salah di tahun yang sudah berlalu.

Hendaknya kita selalu ingat pepatah jawa “urip iku mung mampir ngombe”, kehidupan manusia itu hanya sekadar berhenti sejenak untuk minum. Untuk memuaskan dahaga sesaat dan melanjutkan perjalanan menuju hidup ke masa depan yang lebih kekal, mari kita senantiasa bersih-bersih diri setiap hari, agar kapan pun Kristus datang kedua kalinya, kita siap menyambut-Nya.

 

—Pemimpin Umum: Pdt. Em. Susanto
—Pemimpin Redaksi: Lilis Indriastuti


Renungan via Hari Ini

Klik SUBSCRIBE + Tanda Lonceng 🔔 untuk mendapatkan notifikasi saat renungan terbaru sudah tersedia.