1 2 3 4 5 Rating 0 (0 Votes)

Sahabat  yang terkasih,

Cinta manusia kepada sesamanya sering tergantung kondisi, atau disebut “cinta karena”. Aku mencintaimu karena kamu mencintaiku, kamu baik, kamu suami/istri/anak/saudaraku, kamu temanku. Sedangkan cinta Tuhan bersifat “unconditional” atau disebut “cinta walaupun”. Walaupun manusia melupakan Allah, tidak setia kepada dan menyakitkan hati Allah karena berpaling menjauhi-Nya, namun Allah tetap mencintai manusia. Allah tak mungkin mengingkari diri-Nya sendiri yang berjanji selalu mencintai ciptaan-Nya. Cinta Allah pada manusia tak pernah berubah. Cinta-Nya yang abadi menjadi penopang alam semesta, sehingga dunia tetap ada sampai hari ini.

Cinta Tuhan adalah “cinta walaupun”, bukan “cinta karena”. Selamat merayakan cinta kasih sejati yang bersumber dari pada-Nya. Terpujilah Tuhan!

 

—Pemimpin Umum: Pdt. Em. Susanto
—Pemimpin Redaksi: Lilis Indriastuti


Renungan via Hari Ini

Klik SUBSCRIBE + Tanda Lonceng 🔔 untuk mendapatkan notifikasi saat renungan terbaru sudah tersedia.