PANAS HATI

1 2 3 4 5 Rating 4.28 (61 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: KEJADIAN 4:3-16

“… dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Kisah Para Rasul 20-22



Apakah hubungannya antara masalah dengan amarah? Amarah timbul karena ada masalah. Amarah adalah reaksi emosional atas masalah. Seumpama bom, suatu saat meledak sebab memang sudah ada bahan peledaknya. Tinggal kapan tombol pemicunya bikin gara-gara. Namun, satu hal yang harus kita ingat, reaksi amarah itu hanya indikasi adanya masalah; bukan solusi bagi masalah itu.

Kain punya masalah. Hatinya panas, mukanya muram (ay. 6). Ada gelora emosi panas dalam jiwanya. Tuhan membuka pembicaraan dengannya, menyinggung emosi itu, supaya Kain menyadari masalahnya (ay. 6-7)—masalah berkaitan dengan ibadahnya (ay. 3, 5). Tuhan mengarahkan Kain agar melihat amarahnya sebagai kendaraan menuju ke hal yang seharusnya ia pedulikan. Namun, alih-alih mengikuti arahan itu dan mencari solusi, ia membiarkan amarahnya meledak berupa tindakan yang menjadikan adiknya sebagai korban pelampiasan (ay. 8). Darah tertumpah. Tanah berteriak. Iblis bersorak.

Tak satu pun kita yang bebas masalah, hanya tak setiap masalah kita sadari—termasuk yang sudah akut. Ibaratnya bahan peledak telah tersedia. Sebaiknya kita peduli pada emosi negatif yang bergemuruh di hati sebelum itu meledak jadi amarah tak terkendali. Bersyukurlah ada indikasi. Bawa dalam doa. Periksa hati. Sedini mungkin komunikasikan kepada pihak yang tepercaya. Fokuslah pada solusi masalah, bukan pelampiasan amarah. Supaya si jahat tidak diuntungkan oleh ledakan amarah yang hanya akan menyisakan penyesalan tak berguna.

—PAD/www.renunganharian.net


JANGANLAH MATAHARI TERBENAM, SEBELUM PADAM KEMARAHANMU
DAN JANGANLAH BERI KESEMPATAN KEPADA IBLIS.—Efesus 4:26-27


Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Pelayanan Gloria

Respons:


Renungan via Hari Ini

Klik SUBSCRIBE + Tanda Lonceng 🔔 untuk mendapatkan notifikasi saat renungan terbaru sudah tersedia.