WATON SULAYA

1 2 3 4 5 Rating 4.39 (44 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: LUKAS 7:29-35

“Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” (Lukas 7:33,34)


Bacaan Alkitab Setahun:
2 Tawarikh 4-6



Kaum Farisi dan ahli Taurat memang terlalu. Melihat Yohanes Pembaptis hidup menyepi, jauh dari masyarakat, membatasi makan dan minum, mereka bilang, “Dia kerasukan setan.” Melihat Tuhan bergaul dengan semua, dekat dengan semua, makan dan minum bersama semua, mereka menuduh, “Dia pelahap, sahabat para pendosa” (Luk. 5:30). Dengan sikap dan alasan yang mencla-mencle itu, mereka menolak Yohanes dan Tuhan.

Apa pun tindakan Tuhan dan Yohanes, mereka menolak dan menentang. Tak peduli bahwa yang mereka tolak adalah kebenaran, tak peduli benar salah alasan yang mereka pakai, pokoknya menolak dan menentang. Waton sulaya, kata orang Jawa: tidak peduli apakah yang dihadapi benar atau salah, tak peduli apakah penolakan beralasan atau tidak, tak peduli apakah alasan itu relevan atau ngawur, yang penting adalah mencela, mengecam, mengkritik, menentang, bahkan mengganggu, memboikot, menghalangi, melawan.

Celakanya, tidak seorang pun sepenuhnya bebas dari kemungkinan terinfeksi virus waton sulaya. Banyak hal bisa mendorong kita bersikap waton sulaya: kepentingan kita terhalang, wewenang kita dipangkas, pendapat kita tidak dihargai, peran kita dikurangi, kita dirugikan, kecewa, tersinggung, iri hati, benci, dan banyak lagi yang lain. Semua itu mudah mendorong kita bersikap waton sulaya.

Diperlukan kejujuran dalam menilai tiap hal, kerendahan hati untuk mengakui yang harus kita akui, dan ketegasan moral untuk mendidik dan mengarahkan hati, agar virus waton sulaya tidak merajai hidup kita.

—EE/www.renunganharian.net


TIDAK SEORANG PUN SEPENUHNYA BEBAS DARI KEMUNGKINAN
TERINFEKSI VIRUS WATON SULAYA ITU. WASPADALAH!


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:


Renungan via Hari Ini

Klik SUBSCRIBE + Tanda Lonceng 🔔 untuk mendapatkan notifikasi saat renungan terbaru sudah tersedia.