PERMOHONAN YANG SULIT

1 2 3 4 5 Rating 4.67 (27 Votes)

Baca: Markus 14:32-42

Ya Abba, ya Bapa, segala sesuatu mungkin bagi-Mu, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki. (Markus 14:36)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 139-143



Penderitaan yang teramat parah sering membuat manusia mempertanyakan maksud Tuhan. Kita meragukan, bahkan mencurigai Tuhan. “Kalau Tuhan baik, mengapa Dia membiarkan saya menderita?” Tidak jarang ketika penyakit tidak tersembuhkan atau persoalan tidak terselesaikan, kita menyalahkan Tuhan. Doa menjadi pemaksaan kehendak pribadi. “Tuhan, bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Mu? Kalau Tuhan itu kasih, mengapa Tuhan tidak menyembuhkan saya?”

Membaca kisah kesengsaraan Yesus, tampak sekali keistimewaan pribadi-Nya. Sejak awal Yesus menyadari bahwa Dia diutus oleh Bapa untuk menanggung dosa kita. Beberapa kali Yesus memberitahu para murid tentang penderitaan dan kematian yang Dia bakal hadapi. Bagaimanapun, kesengsaraan yang dihadapi-Nya luar biasa berat dan berada jauh di atas jangkauan imajinasi manusia. Penistaan, kesakitan, kecemaran, dan keterpisahan dengan Bapa merupakan hukuman teramat berat atas dosa seluruh umat yang harus Yesus tanggung. Dia pun memanjatkan permohonan agar tidak mengalami penderitaan itu. Namun, Dia mengutamakan kehendak Bapa. Kehendak Bapa itulah yang akhirnya terwujud. Yesus taat menjalani seluruh rangkaian penderitaan-Nya hingga mati di kayu salib.

Sepatutnyalah kita berdoa sama seperti Yesus berdoa dalam menghadapi penderitaan. Memohon kelepasan dari penderitaan atau kesembuhan dari penyakit tidaklah salah sama sekali. Namun, bila kita tetap harus menderita, kiranya kita dapat belajar menaati kehendak Bapa atas diri kita.—HEM

KETAATAN KITA KEPADA TUHAN DINYATAKAN PULA
MELALUI KERELAAN MENJALANI PENDERITAAN YANG TUHAN IZINKAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria


Renungan via Hari Ini

Klik SUBSCRIBE + Tanda Lonceng 🔔 untuk mendapatkan notifikasi saat renungan terbaru sudah tersedia.