MENGECAP AIR PAHIT

1 2 3 4 5 Rating 4.32 (38 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yakobus 3:1-12

Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, Saudara-saudaraku, tidak boleh terjadi. (Yakobus 3:10)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Roma 14-16



Saya pernah merasa tak nyaman ketika pada musim kemarau, mendadak air sumur mengeluarkan air yang agak keruh, dan jika dikecap terasa agak pahit. Sampai sekarang kami tak paham mengapa hal itu bisa terjadi. Karena terbiasa menikmati air jernih dan segar, kondisi itu tentu cukup mengganggu dan agak mengkhawatirkan. Puji Tuhan ketidaknyamanan itu tak berlangsung lama. Entah karena apa, mendadak air sumur itu kembali bersih, jernih, dan tidak pahit lagi! 

Sejak semula Tuhan tidak mendesain mulut manusia untuk mengucapkan hal-hal yang jahat, memaki, berkata-kata kotor, atau mengutuki orang lain—ibarat sumber air yang mengeluarkan air yang pahit. Kita pun pastinya merasa tak nyaman, risih, bahkan marah jika menjadi sasaran dari perkataan semacam itu, bukan? Oleh karena itu, hendaknya kita pun perlu berhati-hati agar jangan sampai ucapan kita memahitkan hati orang yang mendengarnya. Sering-seringlah mengevaluasi apa yang kita dengar dan terima lewat mata dan telinga, karena semua itu akan masuk ke dalam hati, memengaruhi pikiran kita, lalu berbuah lewat ucapan kita. Isi perkataan kita adalah cerminan dari isi hati. Surat Yakobus juga menegaskan bahwa ibadah tanpa mengekang lidah akan menjadi sia-sia (Yak. 1:26). 

Bagaimana dengan isi perkataan kita? Adakah kita cenderung mengucapkan perkataan yang memahitkan? Bagi kita yang masih bergumul dengan perkataan, mintalah Roh-Nya menolong kita supaya perkataan kita menjadi seperti air yang menyegarkan dan memberi kehidupan, bukan yang memahitkan!

—GHJ/www.renunganharian.net


PERKATAAN YANG MEMAHITKAN TAKKAN PERNAH
JADI BERKAT BAGI YANG MENDENGARNYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons:


Renungan via Hari Ini

Klik SUBSCRIBE + Tanda Lonceng 🔔 untuk mendapatkan notifikasi saat renungan terbaru sudah tersedia.