BUKAN IKLAN

1 2 3 4 5 Rating 4.39 (33 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 6:28-35

Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada- Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi.” (Yohanes 6:35)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Rut 1-4



Saya kerap menjadi jengkel ketika mencoba mencari sebuah berita lewat internet. Setiap kali mencoba membukanya, selalu saja ada tayangan iklan yang “menghalanginya”. Iklan itu sepertinya “memaksa” saya untuk masuk dan melihat lebih detil apa yang ditawarkan di sana. Beberapa iklan berhasil menarik perhatian saya, terutama iklan-iklan makanan lezat yang memberikan tawaran menarik seperti harga promo. 

Jika untuk urusan jasmani saja perhatian kita gampang tertarik pada sebuah iklan yang ditawarkan, mengapa justru kita kerap menolak setiap kali Allah datang dan menawarkan kepuasan rohani untuk kita? Tak jarang Allah berbicara untuk mengingatkan kita ketika langkah kaki kita menuju ke arah yang salah. Ia mengetuk hati kita supaya kita menerima tawaran-Nya untuk mendekat kepada-Nya. Dan apa yang Allah tawarkan itu bukan seperti iklan yang kerap mengecewakan. Janji-Nya pasti dan Ia tidak akan mengecewakan kita. Ketika kita memercayai-Nya, kita tidak haus lagi. Jiwa kita benar-benar dipuaskan-Nya. 

Iklan-iklan tentang makanan itu memang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan jasmani kita yang lapar, tapi kondisi hati dan rohani kita yang lapar hanya dapat terpuaskan ketika kita terus mendekatkan diri kepada Allah. Kehadiran Allah dan firman-Nya bak air kehidupan yang terus memancar yang mengenyangkan dan memuaskan rasa haus kita. Kepuasan sejati dalam hidup kita hanya dapat kita temukan dalam pribadi Allah. Tanggapilah undangan- Nya!

—SYS/www.renunganharian.net


DATANGLAH DAN MENDEKATLAH KEPADA ALLAH
YANG SANGGUP MEMUASKAN RASA LAPAR DAN KEHAUSAN ROH KITA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: