ALLAH YANG PERKASA

1 2 3 4 5 Rating 4.42 (24 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 20:24-31

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Wahyu 3-5



Kita melukiskan keperkasaan itu dalam bentuk kekuatan, kegagahan, atau keberanian, yang kerap diperankan dalam kisah kepahlawanan. Namun ketika kita membaca apa yang dinubuatkan Yesaya, kita melihat sebuah hal bertolak belakang dengan gambaran sebuah keperkasaan. Kita menyaksikan penggenapan nubuatan itu demikian: Allah yang perkasa itu tidak datang ke dunia dengan segala kemegahan dan kekuatan-Nya, tetapi dalam rupa seorang bayi yang terbaring di sebuah palungan dalam kandang di Betlehem. Bagaimana kita dapat memaknai hal ini? 

Sesungguhnya Allah menunjukkan keperkasaan-Nya sesuai maksud dan rencana-Nya sendiri. Dalam Perjanjian Baru, Alkitab tidak menggambarkan kehadiran-Nya dalam wujud kegagahan, kemegahan atau kedahsyatan. Sebaliknya, yang tergambar dari pribadi Yesus adalah kerendahan hati dan kelemahlembutan. Tetapi, melalui kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya, Dia telah menunjukkan keperkasaan dan kemenangan-Nya yang telah membebaskan umat manusia dari kuasa dosa. 

Yesus Kristus telah menunjukkan keperkasaan-Nya dengan kemenangan atas dosa-dosa kita. Kini, apakah kita juga tetap percaya bahwa keperkasaan-Nya akan kita andalkan untuk menyelesaikan setiap pergumulan hidup kita setiap hari? Jika dalam hal yang paling fundamental yakni keselamatan jiwa kita, Yesus sudah menunjukkan keperkasaan-Nya, akankah kita meragukan kesanggupan-Nya untuk menolong kita?

—SYS/www.renunganharian.net


KUASA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN-NYA ATAS MAUT
LEBIH DARI CUKUP UNTUK MEMBUKTIKAN KEPERKASAAN-NYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: