Sudah terbit: Volume 42!
Sudah terbit: Volume 25!

DI PUSARAN KONFORMISME

1 2 3 4 5 Rating 4.78 (18 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Tesalonika 5:21-23

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. (1 Tesalonika 5:21)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Yehezkiel 17-19



Datanglah ke tempat di mana banyak orang berkumpul (mal, stasiun kereta, objek wisata, dll.), dan perhatikanlah mereka. Warna kulit, postur tubuh, dan jenis rambut mereka memang berbeda-beda. Tetapi, lihat busana mereka. Ada begitu banyak orang berbusana nyaris serupa. Apakah yang terjadi? 

Konformisme, yakni hasrat untuk menjadi sama dengan orang lain, karena ingin aman, diterima, diakui setara, karena iseng, atau alasan-alasan lain. Konformisme punya banyak wujud: dari yang sederhana (konformisme busana seperti contoh tadi, konformisme hobi, arsitektur rumah, dll.), sampai yang amat serius: konformisme paham, perilaku, tata nilai, dan sikap hidup. 

Ada fakta yang amat mencemaskan. Bagai pusaran raksasa, konformisme menyeret dan menelan semua ke tengahnya. Banyak orang tidak tahan untuk tetap menjadi diri sendiri, dan baru merasa aman kala menjadi sama dengan orang lain. Padahal, konformisme sering mengabaikan moralitas. Tak peduli baik atau jahat, yang penting menjadi sama. Hal-hal buruk pun (perilaku konsumtif, adiktif, permisif, dll.) bisa jadi ditiru pula. 

Tuhan berfirman, “Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik.” Artinya? Bukan membabi-buta mengambil apa pun yang kita mau, melainkan teliti menguji segala sesuatu. Bukan asal menyamakan diri dengan sesuatu tanpa menimbang moralitasnya, melainkan bersikap kritis dan cermat menakar apakah sesuatu itu dapat dipertanggungjawabkan. Lalu, tolak yang jahat dengan tegas, ambil yang baik jika ada, dan jadilah diri sendiri.

—EE/www.renunganharian.net


TOLAK YANG JAHAT DENGAN TEGAS, AMBIL YANG BAIK JIKA ADA,
DAN JADILAH DIRI SENDIRI.—O.S. Raille


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: