Sudah terbit: Volume 47!
Sudah terbit: Volume 30!

LUKA HATI

1 2 3 4 5 Rating 4.29 (24 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Samuel 13:20-29

“Perhatikan! Apabila hati Amnon menjadi gembira karena anggur, dan aku berkata kepadamu: Paranglah Amnon, maka haruslah kamu membunuh dia....” (2 Samuel 13:28)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Yesaya 22-26



Karena tergores kuku, saya mendapat luka kecil di kulit wajah dekat mata. Saya lalu menutupinya dengan bedak agar tidak tampak dari luar. Sekalipun tertutup, luka itu sebenarnya masih tetap ada. Apabila saya selesai mencuci muka, luka itu pasti akan tampak kembali. 

Hati Absalom terluka ketika Amnon memerkosa Tamar, adiknya. Sayangnya, Absalom tidak pernah berusaha untuk mengobati luka hatinya. Absalom rapi menutupi sakit hatinya dengan tidak mengatakan sesuatu yang baik maupun jahat tentang Amnon. Ia menyimpan luka itu sebagai dendam (ay. 20-22). Setelah dua tahun, Absalom menyiapkan suatu rencana jahat untuk melenyapkan Amnon. Ia memohon kepada raja Daud, ayahnya, untuk mengundang Amnon datang pada acara jamuan pengguntingan bulu domba. Ketika hati Amnon gembira oleh anggur yang diminumnya, segeralah orang-orang Absalom datang membunuhnya (ay. 26-28). 

Kita perlu mewaspadai sekecil apapun setiap luka hati yang muncul. Apabila tidak ditangani dengan baik, luka hati itu dapat membengkak lalu memunculkan rencana dan tindakan kejahatan. Tidak mudah mengobati rasa sakit hati apalagi jika kesalahan yang diperbuat orang lain sangat fatal. Satu-satunya cara adalah mengundang Yesus untuk membantu kita melepaskan pengampunan. Ketika berada di dunia ini, Yesus sudah memberikan teladan untuk mengampuni. Kasih Yesus menyembuhkan setiap luka hati dan memampukan kita untuk mengasihi orang-orang yang bersalah kepada kita.

—LIN/www.renunganharian.net


LUKA HATI TIDAK UNTUK DISIMPAN ATAU DITUTUPI
MELAINKAN UNTUK DIOBATI DENGAN KEKUATAN KASIH YESUS


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: