Sudah terbit: Volume 45!
Sudah terbit: Volume 26!

MENYERAHKAN KEKHAWATIRAN

1 2 3 4 5 Rating 4.63 (27 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Petrus 5:6-11

Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)


Bacaan Alkitab Setahun: 
2 Raja-raja 9-10



Seorang ibu sedang duduk santai di rumahnya. Keadaan keluarganya baik-baik saja. Namun, tiba-tiba muncul pikiran buruk dalam benaknya. Bagaimana kalau anakku mengalami kecelakaan sepulang dari sekolah? Bagaimana kalau suamiku kehilangan pekerjaan karena perusahaannya bangkrut? Bagaimana kalau aku terkena kanker? Dalam bentuk yang berlainan, kita pernah mengalami hal semacam itu. 

Itulah kekhawatiran–ketakutan akan sesuatu yang mungkin terjadi. Sesuatu yang tidak kita ketahui. Sesuatu yang tidak dapat kita kendalikan. Kita khawatir karena kita ingin mengontrol keadaan agar sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Kita khawatir karena tidak ingin hal-hal buruk menimpa diri kita atau orang-orang yang kita cintai. 

Firman Tuhan mendorong kita untuk menyerahkan segala kekhawatiran. Menyerahkan berarti melepaskan, memberikan kepada pihak lain. Kepada siapa? Kepada Tuhan. Mengapa? Kita tidak tahu apa yang mungkin terjadi, tetapi Tuhan adalah Alfa dan Omega, Dia mengetahui segala sesuatu. Banyak hal berada di luar kendali kita, tetapi Tuhan berdaulat atas kehidupan ini dan turut bekerja dalam segala sesuatu. 

Hal yang kita khawatirkan mungkin terjadi, tetapi mungkin pula tidak terjadi. Apa pun yang terjadi, satu hal yang pasti: Tuhan tidak akan meninggalkan dan membiarkan kita seorang diri. Dia pasti memelihara kita (ay. 7). Dia bahkan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kita (ay. 10). Dalam penyertaan-Nya, masihkah kita memilih untuk khawatir? —ARS

ALIH-ALIH MEMBERIKAN TEMPAT PADA KEKHAWATIRAN YANG TIDAK PASTI,
KITA PERLU MENGUATKAN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YANG BERDAULAT


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: