Sudah terbit: Volume 51!
Sudah terbit: Volume 33!

TAK MAU BERKERINGAT

1 2 3 4 5 Rating 4.24 (21 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 26:14-16

Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja. (Amsal 21:25)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Keluaran 26-28



Meski berkeringat itu normal dan sehat, kini tersedia deodoran antiperspirant khusus untuk mengurangi, mencegah atau menghilangkan keringat. Deodoran yang dikemas dalam botol semprot itu banyak diburu oleh perempuan dan lelaki yang tak mau berkeringat terlalu banyak, karena mengganggu penampilan. 

“Tak mau berkeringat”, secara kiasan biasanya dikenakan pada orang yang tak mau bekerja. Orang yang meninabobokan dirinya dalam kemalasan. “Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya” (ay. 14). Si pemalas kemudian menjadi parasit, hanya berpangku tangan dan mengandalkan jerih payah orang lain. Otot-otot tubuhnya pun dilemaskan oleh kemalasannya. Ia masih bisa mengangkat sendok dan garpu, tetapi terlalu lemah menyuapkan makanan ke mulutnya sendiri. Hati dan pikiran si pemalas pun semakin tumpul, tetapi anehnya, kata Salomo, “Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak daripada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana” (ay. 16). 

Adalah masalah besar kalau sampai kita menjadi pemalas seekstrem yang digambarkan Salomo. Namun kenyataannya, banyak orang yang merebahkan diri dalam kemalasan. Tidak seharusnya kita “tak mau berkeringat”. Kerja membuat kita sehat rohani dan jasmani. Bekerja itu terhormat, memupuk harga diri. Kita bukan saja produktif tetapi juga menjadi bahagia, seperti kata sang pemazmur, “Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” (Mazmur 128:2). —ASA

KETIKA KEMALASAN MENGEKANG TANGAN KITA,
TUHAN TAKKAN MENGULURKAN TANGAN-NYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: