Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

MENGENAL KEHENDAK ALLAH

1 2 3 4 5 Rating 4.82 (11 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yunus 1:1-16

Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. (Yunus 1:7)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Wahyu 17-18



Banyak cara dilakukan manusia untuk mencari dan mengenal kehendak Allah. Ada yang melalui dukun, gwamya, mimpi, semadi mencari wangsit, membuang undi, atau nubuat. Di antara cara-cara itu, ada yang dikutuk Tuhan. Uniknya, ada juga yang bisa dipakai Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya, contohnya dalam Yunus 1:7-15. 

Namun, mengapa cara-cara seperti buang undi untuk mencari kehendak Tuhan, tidak lagi dipraktikkan orang Kristiani saat ini? Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Pertama, cara itu terlalu spekulatif dan bisa disusupi si iblis untuk mengecoh manusia. 

Kedua, pada akhir zaman ini, Allah telah berbicara kepada kita melalui Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal. Kristus telah datang ke dalam dunia menjadi perantara antara Allah dan manusia (Ibr. 1:1-4). Kristus Yesus, Sang Firman hidup, telah menjadi manusia dan berdiam di antara kita (Yoh. 1:1,14). Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup untuk mencapai Allah dan memahami kehendak-Nya (Yoh. 14:6, 15:15). Dan, segala yang telah dikatakan dan diperbuat oleh Yesus telah dicatat dalam Alkitab agar kita beroleh hidup (Yoh. 20:30-31). 

Rasul Paulus juga menegaskan dalam suratnya kepada Timotius, “Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:16-17). Marilah kita mengandalkan tuntunan firman Allah. —SST

JIKA ALKITAB SUDAH CUKUP MEMBIMBING KITA UNTUK MENGENAL KEBENARAN ALLAH,
MENGAPA HARUS MENCARI YANG LAIN?


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: