Sudah terbit: Volume 38!
Sudah terbit: Volume 20!

ANAK ALLAH DICOBAI?

1 2 3 4 5 Rating 4.15 (13 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Lukas 4:1-13

Di situ empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar. (Lukas 4:2)


Bacaan Alkitab Setahun: 
1 Tesalonika 1-5



Yesus sebagai Anak Allah dicobai oleh Iblis dengan tiga cara. Pertama, agar mengubah batu menjadi roti. Kedua, agar menerjunkan diri dari bubungan Bait Allah dan meminta Allah menatangnya. Ketiga, menjanjikan semua kekuasaan di bumi jika Dia mau menyembah Iblis. Tetapi, tidak ada satu pun dari pencobaan itu yang dipenuhi-Nya. Dia menolak dengan cara yang unik, yaitu mengutip firman Tuhan yang tertulis dalam kitab Taurat dan Mazmur. Yesus membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah yang hanya taat kepada Bapa-Nya. Dia tidak mencari kepuasan bagi kebutuhan jasmani-Nya, melakukan aksi spektakuler dengan kemampuan-Nya, atau bersahabat dengan Iblis demi kekuasaan politik. 

Kita hidup di dunia yang mengukur kesuksesan seseorang berdasarkan kepemilikan, pengaruh dan besarnya kekuasaan yang dimiliki orang itu. Tidak sedikit dari mereka yang dulunya berapi-api dalam Tuhan seketika berbalik kala tidak tahan hidup dalam kekurangan atau kala ditawari kekuasaan dan jabatan yang menggiurkan. Bukan hanya itu. Banyak orang yang mencari pengaruh dan kekuasaan tanpa memperhatikan keadilan dan moralitas. 

Anak Allah seperti apakah kita? Sikap kita dalam menghadapi pencobaan akan menggambarkan identitas kita dalam Kristus. Karena itu, mari kita meneladani sikap Yesus dalam menghadapi pencobaan. Jangan biarkan kepuasan jasmani, pengaruh, dan kekuasaan menggeser Kristus dari hidup kita. Sebab hanya di dalam Dia kita dapat memiliki kehidupan yang sejati.—PRB

KITA MENGHADAPI PENCOBAAN BUKAN DENGAN KEKUATAN DIRI,
MELAINKAN DENGAN MENGANDALKAN KEBENARAN FIRMAN TUHAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: