Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

MELAYANI SEUMUR HIDUP

1 2 3 4 5 Rating 4.50 (16 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Samuel 12:1-25

Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. (1 Samuel 12:23)


Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 5-6



Dalam dunia kerja, setiap orang yang terdaftar sebagai karyawan di sebuah perusahaan terikat oleh kontrak kerja. Mereka mesti mematuhi dan menjalankan berbagai aturan perusahaan dalam masa kerja mereka. Jika masa kerja berakhir, mereka boleh melanjutkan atau memutuskan kerja sama tersebut.

Hal itu tidak berlaku dalam pelayanan kita pada Tuhan. Pelayanan bukanlah kontrak kerja. Bagi setiap orang yang telah dipanggil menjadi umat-Nya, kita pun melayani Dia sepanjang masa. Tidak ada kata pensiun! Selama kita hidup di dunia, kita terus-menerus melayani. Apa pun kondisi kita, susah atau senang, berlimpah atau kekurangan, muda atau tua, tidak ada kata berhenti dalam melayani!

Samuel, salah satu nabi Tuhan, hidup melayani sebagai juru bicara Tuhan bagi umat-Nya. Ketika ia semakin tua, kekuatan dan kemampuannya pun ikut berkurang. Ia kemudian meminta diri kepada umat Isreal seiring dengan terpilihnya pemimpin baru, yaitu Saul, seorang raja baru. Secara formalitas jabatan, Samuel memang telah mengundurkan diri; tetapi dari segi pelayanan, ia tetap aktif. Dalam masa tua yang penuh keterbatasan, ia tetap melayani sebagai seorang pendoa dan penasihat bagi Israel.

Demikian juga dalam kehidupan kita, jangan ada kata berhenti melayani. Selama kita masih hidup, tetaplah melayani. Ketika kelak usia kita menjadi tua dan kekuatan semakin berkurang, tetaplah melayani. Seperti Samuel, kita bisa menjadi pendoa dan penasihat bagi orang-orang yang melayani menggantikan kita.—YS

INGATLAH, KONTRAK PELAYANAN KITA
DENGAN TUHAN BERLAKU SEUMUR HIDUP!


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: