Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

PIALA RETAK

1 2 3 4 5 Rating 4.20 (30 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 2 Korintus 5:11-21

Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. (2 Korintus 5:17)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 46-51



Suatu hari anak saya menjadi juara kedua lomba kreativitas dan diberi hadiah piala yang cukup tinggi. Saat saya bawa pulang, tak sengaja kepala piala terjatuh sehingga patah. Saya kumpulkan patahan kepala piala tersebut dan kemudian menempelkannya kembali dengan lem super. Dari jauh memang tidak terlalu kelihatan, namun, jika dilihat dari dekat, jelas sekali ada empat retakan pada piala tersebut. Bagaimanapun, piala itu sudah tidak utuh.

Kalau dipikir-pikir, bukankah kehidupan kita sebagai manusia agak mirip dengan piala itu? Pada awalnya Allah menciptakan manusia sesuai dengan rupa dan gambar-Nya (Kej. 1:27). Manusia bagaikan piala yang sempurna tanpa cacat. Namun, setelah jatuh ke dalam dosa, hidup manusia bagaikan piala retak karena adanya dosa. Namun, karena begitu besar kasih-Nya kepada manusia, Allah pun mengutus anak-Nya menjadi manusia untuk menebus manusia.

Yesus tidak berperan sebagai lem super untuk memperbaiki hidup kita yang lama; sebaliknya, Dia memberikan kehidupan yang baru sama sekali. Segala keretakan kita akibat dosa telah ditanggung oleh Tuhan Yesus Kristus satu kali untuk selama-lamanya. Yesus Kristus, yang tiada berdosa, dibuat menjadi berdosa, supaya kita dapat memperoleh kehidupan baru yang tidak bercacat dari Tuhan (ay. 21). Dalam kehidupan yang baru ini, kita dipanggil sebagai perwakilan Tuhan (ay. 20) karena sekarang kita tidak hidup untuk diri sendiri (ay. 15). Oleh karena itu, marilah kita memuliakan Tuhan dengan kehidupan kita!—HC

OLEH YESUS, KEHIDUPAN KITA YANG TELAH RETAK
DIGANTIKAN DENGAN KEHIDUPAN YANG BARU


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: