Sudah terbit: Volume 51!
Sudah terbit: Volume 33!

TIDAK LAGI BERARTI

1 2 3 4 5 Rating 4.47 (17 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 3:1-16

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (Filipi 3:7)


Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 1-9



Saat membongkar lemari di rumah Kartasura, saya menemukan barang-barang yang sudah tidak lagi saya gunakan. Semua barang itu saya masukkan ke dalam kardus dan hendak saya buang. Dalam kardus itu, saya juga membuang sebuah piagam penghargaan yang saya peroleh ketika ikut serta dalam tim Paskibraka Kabupaten semasa SMA. Saya sejenak mengenang keringat, tenaga, dan waktu yang saya kurbankan untuk mendapatkannya. Namun, saya memilih membuangnya karena merasa piagam itu tidak lagi berharga.

Sebelum Paulus menjadi hamba Kristus, ia begitu membanggakan latar belakang keluarganya, prestasinya, dan kehidupan pribadinya (ay. 5-6). Namun, semua kebanggaannya runtuh ketika ia mengenal Kristus dan dipanggil menjadi pelayan Tuhan (ay. 7-8). Malahan ia menganggap semua kebanggaan itu hanyalah sampah (ay. 8). Dulu semua itu sangat berharga, kini ternyata hanya seperti sampah. Mengapa Paulus bisa mengalami perubahan paradigma secara drastis? Itu semua terjadi karena Paulus menyadari bahwa ia memperoleh keselamatan bukan karena semua hal yang dibanggakannya, melainkan karena Kristus (ay. 9-10). 

Kebanggaan orang bermacam-macam. Kebanggaan itu bisa berupa kekayaan, prestasi, latar belakang, status sosial, kedudukan, dan masih banyak yang lain. Bagaimana dengan kita? Apakah yang kita banggakan? Apakah kebanggaan itu lebih berharga dari Kristus yang sudah mati bagi kita? Maukah kita mengganggap setiap kebanggaan kita tidak lebih bernilai dibandingkan dengan pengenalan kita akan Kristus?—SPP

KITA MENGANGGAP KEBANGGAAN DUNIAWI SEBAGAI TIDAK BERHARGA
KETIKA KITA MENEMUKAN KEMULIAAN PENGENALAN AKAN KRISTUS


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: