Sudah terbit: Volume 45!
Sudah terbit: Volume 26!

BERITA TERKUTUK

1 2 3 4 5 Rating 4.39 (23 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Galatia 3:1-5

Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? (Galatia 3:3)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yehezkiel 37-39



Ketika pesawat AirAsia diberitakan putus hubungan dengan menara pengawal, wartawan televisi, saat mewawancarai keluarga penumpang yang tengah kalut, melontarkan pertanyaan dan pernyataan yang tidak patut. “Bagaimana perasaan Ibu? Apa harapan Bapak atas kejadian ini?” Kemudian, setelah selesai bertanya, wartawan itu berkata, “Baik, terima kasih, Ibu. Selamat kembali menunggu.” Di tangan para wartawan konyol, tragedi itu menjadi berita konyol.

Para pengkhotbah di Galatia bertindak lebih parah lagi. Keselamatan adalah anugerah Allah di dalam Yesus Kristus yang disalibkan, dan orang percaya mengalaminya melalui karya Roh Kudus. Namun, para pengkhotbah itu menyatakan, sesudah menerima keselamatan, merekadengan usaha dan kemampuan sendiriharus mempertahankannya, mengerjakannya, dan menyempurnakannya dengan menaati peraturan-peraturan agama (ay. 5). Paulus mengutuk berita itu sebagai Injil yang lain (Gal. 1:6) dan menghardik jemaat yang memercayainya (ay. 1). Ia menyebut sikap semacam itu sebagai “daging” (ay. 3), yang merendahkan kesempurnaan penebusan Kristus. Karya Roh Kudus hanya dapat dipertahankan, dikerjakan, dan disempurnakan oleh Roh Kudus pula.

Jadi, jangan terkecoh oleh berita terkutuk itu. Jangan melepaskan anugerah dan menggantinya dengan perbuatan daging. Sebaliknya, kita diundang untuk senantiasa mengandalkan anugerah-Nya, untuk terus “bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Pet. 3:18).ARS

BERITA TENTANG ANUGERAH ALLAH BUKANLAH TITIK AWAL INJIL,
MELAINKAN KESELURUHAN INJILDARI AWAL SAMPAI AKHIR


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: