Sudah terbit: Volume 45!
Sudah terbit: Volume 26!

PERTOBATAN MINCAYE

1 2 3 4 5 Rating 4.44 (25 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Yohanes 15:9-17

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. (Yohanes 15:12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Imamat 7-8



Suku Waodani (Auca) di Ekuador terkenal pemarah dan suka membalas dendam. Mereka bisa saling membunuh dalam satu keluarga. Pada 1956, lima misionaris memberitakan Injil ke sana. Mereka disalahpahami dan mati ditikam tombak. Namun, keluarga para misionaris ini tidak menyerah. Mereka datang ke Ekuador dan melanjutkan pelayanan di sana. Salah satunya adalah Rachel Saint--kakak Nate Saint, seorang korban. Lewat pelayanan Rachel, suku Waodani mulai terbuka terhadap Injil. 

Mincaye adalah orang Waodani yang membunuh Nate Saint. Kepada Rachel, ia menyampaikan pengakuan. Ketika melihat para misionaris datang dengan membawa senapan, ia berpikir akan dibunuh. Maka, ia membunuh lebih dulu. Rachel menjelaskan bahwa para misionaris itu membawa senapan hanya untuk menakut-nakuti. Tapi, Rachel menjamin bahwa mereka sudah berjanji pada Tuhan untuk tidak menembak suku Waodani. Bahkan, mereka rela mati buat suku Waodani--jadi tak mungkin mereka akan membunuh. Hal ini menggetarkan hati Mincaye, dan membuatnya menerima Kristus!

Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi. Pertanyaannya, seberapa besar kita harus mengasihi? Perhatikan standar ini: sebesar Kristus mengasihi kita (ay. 12). Ya, sebesar kerelaan-Nya melepas segala kenyamanan, mengurbankan raga, dan menyerahkan nyawa bagi kita (ay. 13). Adakah kita kadang merasa sudah cukup berkurban, lalu berhenti mengasihi? Adakah kita rela melepas kenyamanan demi mengasihi sesama? Adakah kasih kita menggetarkan hati sesama, dan membawanya kepada Kristus?—AW

BERI AKU KEBERANIAN UNTUK MENGASIHI SESAMAKU
SEPERTI ENGKAU MENGASIHIKU DENGAN MENYERAHKAN NYAWA-MU


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: