BUKAN ASAL ENAK

1 2 3 4 5 Rating 4.50 (22 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: 1 Korintus 6:12-20

“Segala sesuatu halal bagiku," tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak mau membiarkan diriku diperhamba oleh apa pun. (1 Korintus 6: 12)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 19-20



“Mengapa kamu makan makanan ini? Makanan ini tidak sehat,” tanya Berta. “Enak sih!” jawab Nindy sambil nyengir. 

Memang, dalam Kekristenan, tidak ada makanan yang diharamkan, dan kita dapat menikmati berbagai makanan dengan ucapan syukur. Sayangnya, tidak sedikit orang yang kebablasan. Seperti Nindy, mereka makan asal enak, kurang mempertimbangkan pola makan yang sehat dan keseimbangan asupan gizi. Bila gaya hidup ini bertahan dalam jangka panjang, tubuh pun rentan terkena berbagai penyakit: kanker, darah tinggi, jantung, diabetes, asam urat. Eh, saat terdera penyakit, Tuhan pula yang disalahkan!

Rasul Paulus menunjukkan sikap yang bijaksana. Memang benar segala sesuatu halal bagi dirinya, tetapi tidak semuanya berguna. Ia tidak membiarkan dirinya diperhamba oleh apa pun, termasuk oleh makanan dan percabulan. Sebagai orang yang telah dibeli lunas oleh Kristus, ia tidak lagi hidup untuk kesenangan diri sendiri, melainkan untuk Kristus. Ya, tubuh kita adalah bait Allah, sudah sepatunya kita merawatnya untuk kemuliaan Tuhan.

Menikmati makanan yang enak tentu saja tidak ada salahnya. Tetapi, kalau kelezatan menjadi fokus utama, dengan mengabaikan aspek nilai gizi dan pola makan yang sehat, apa lagi sampai berkembang menjadi kebiasaan yang tak terkontrol, kita perlu memikirkannya ulang. Makan adalah bagian dari ibadah, bagian dari kesempatan untuk memuliakan Tuhan dengan tubuh kita. Dengan kesadaran ini, kita dapat mempertimbangkan kembali kebiasaan dan pola makan kita.—VT

POLA MAKAN SEHAT BERMANFAAT UNTUK MEMELIHARA TUBUH,
AGAR DAPAT KITA GUNAKAN UNTUK MEMULIAKAN TUHAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: