Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

CELAH GUNUNG BATU

1 2 3 4 5 Rating 3.53 (17 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 30:24-28

Pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu. (Amsal 30:26)


Bacaan Alkitab Setahun:
Hakim-Hakim 20-21



Pada 1763, Pendeta Augustus M. Toplady, pengkhotbah Inggris, terjebak badai dalam perjalanan. Ia beruntung menemukan celah di gunung batu untuk berlindung sampai badai berakhir. Selama berteduh, ia merenungkan bahwa Allah juga seperti gunung batu itu dan celah tempat ia berteduh itu serupa dengan luka di lambung Kristus yang darah-Nya mengalir untuk membersihkan dosanya. Ia pun menuliskan inspirasi itu pada sebuah kartu dan kemudian menggubahnya menjadi lagu yang sangat terkenal, Rock of Ages, Cleft for Me (Batu Karang yang Teguh).

Dalam kitab Mazmur, kita sering menemukan penggambaran Allah sebagai gunung atau bukit batu untuk menunjukkan kekuatan-Nya. Celah atau rongga pada gunung batu dapat dijadikan tempat persembunyian dan perlindungan. Menariknya, bukan hanya manusia yang menyadari itu. Beragam jenis hewan juga memanfaatkan gunung atau bukit batu untuk keselamatan mereka. Contohnya pelanduk, sejenis kambing bertubuh kecil. Mereka dianggap hewan lemah dan menjadi target empuk berbagai hewan pemangsa. Namun, pelanduk menyadarinya sehingga mereka membuat rumah di bukit batu demi keselamatan.

Jika kita peka, banyak peristiwa yang dapat memperjelas pemahaman kita akan Allah. Berbagai kejadian sehari-hari dapat menjadi petualangan mengasyikkan yang semakin membangun iman, asalkan kita dapat melihat kaitannya dengan Allah. Bahkan kita pun dapat belajar dari makhluk yang lain. Pelanduk mengingatkan kita agar menyadari kelemahan kita sehingga kita selalu bergantung kepada Allah, Gunung Batu keselamatan kita.—HT

MENYADARI KELEMAHAN SAJA TIDAKLAH CUKUP,
KITA PUN HARUS MENGENAL ALLAH, SUMBER KEKUATAN KITA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: