Sudah terbit: Volume 47!
Sudah terbit: Volume 30!

DILARANG MEMANCING!

1 2 3 4 5 Rating 4.88 (16 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Mikha 7:14-20

Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. (Mikha 7:19)


Bacaan Alkitab Setahun:
Wahyu 1-2



Saat berlibur di desa, Andi membantu kakek menjaga kawanan bebek. Kakek memperlengkapinya dengan umban berisi peluru bulatan-bulatan tanah kering untuk menggiring bebek ke arah yang diinginkan. Suatu ketika, Andi menggunakan peluru tanah untuk menghalau bebek yang nakal, agar kembali ke dalam kawanan. Naas, mungkin karena ia terlalu keras melontarkannya, seekor bebek terkena kepalanya dan tewas. Dengan cemas Andi mendatangi bebek sial itu, kemudian segera menguburnya di dalam lumpur.

Ia berharap tidak ada orang yang mengetahui kejadian itu. Namun, rupanya Rio, sepupunya, melihatnya dari kejauhan. Rio menggunakan rahasia itu untuk memeras Andi agar mentraktirnya. Berulang-ulang. Sampai Andi tidak tahan lagi sehingga ia memberanikan diri untuk mengakuinya kepada kakek. Kakek memaafkan kesalahannya, dan Andi terbebas dari gangguan Rio.

Banyak orang mengalami nasib yang lebih parah dari Andi: tercengkeram oleh bayang-bayang kesalahan pada masa lalu. Mereka terbelenggu oleh dosa yang mereka lakukan, dan terus berkubang dalam perasaan bersalah. Seruan Nabi Mikha tentu menjadi penghiburan yang membangkitkan semangat hidup mereka. Suatu gambaran tentang pengampunan yang paripurna dan tuntas. Seperti dikatakan Corrie Ten Boom, “Ketika saya mengakui dosa kepada Bapa, Yesus Kristus membasuhnya dalam darah-Nya. Dosa itu kemudian dilemparkan ke tubir laut yang paling dalam dan di situ dipasang tanda: DILARANG MEMANCING!”

Sudahkah Anda menyambut pengampunan-Nya yang begitu besar itu?—PRB

SEKALI ALLAH MENGAMPUNI DOSA,
DIA TIDAK MENGUNGKIT-UNGKIT LAGI KESALAHAN KITA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: