Sudah terbit: Volume 47!
Sudah terbit: Volume 30!

MIRAS

1 2 3 4 5 Rating 3.71 (34 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Amsal 23:29-35

Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak. (Amsal 23:31-32)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 21-22



Karena bujukan teman, seorang mahasiswi meneguk minuman berkadar alkohol tinggi. Sesudah tegukan kesekian, kesadarannya mulai melemah dan akhirnya hilang. Malam itu ia tertidur dalam keadaan mabuk. Keesokan harinya, bencana tiba tanpa disangka. Teman kos yang tinggal sekamar dengannya kedapatan tergeletak mati terbunuh. Tentu saja sasaran terdekat yang diperiksa oleh polisi adalah dia. Mungkin ia memang pelakunya tatkala sedang mabuk. Mungkin bukan. Tak ada yang tahu. Celakanya ia tak kuasa membela diri sebab tak tersisa memori apa pun padanya tentang kejadian malam itu.

Menurut penulis Amsal, orang yang mabuk bisa melakukan apa saja, termasuk bertengkar dan adu pukul (ay. 29, 35). Ia bisa mengalami cedera. Atau sebaliknya, mencederai orang lain. Meskipun mungkin tanpa sengaja. Mengapa bisa demikian? Karena ia tengah kehilangan kesadaran. Tak dapat membedakan antara khayalan dan kenyataan. Penglihatan dan perkataannya serba kacau (ay. 33). Akibatnya, ia menyeret dirinya ke dalam bahaya, bahkan mengundang bencana yang datang seperti pagutan ular berbisa (ay. 32).

Minuman keras adalah musuh bagi kesadaran kita. Rasul Paulus pun mengingatkan agar anak Tuhan jangan mabuk karena anggur (Ef. 5:18). Tak perlu mencobanya. Tak semua hal di dalam hidup ini perlu dicoba. Kenikmatannya tak seberapa. Kesulitan yang bakal muncul terlalu mahal harganya. Memang akibatnya belum tentu separah yang dialami mahasiswi tadi, namun perlukah kita menyerempet-nyerempet bahaya?— PAD

TAK PERLU MENCOBA SESUATU YANG KITA
BAKAL TIDAK MAMPU MENGENDALIKANNYA


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: