|
Setiap materi dalam situs ini boleh dipakai untuk pelayanan non-komersial, dengan mencantumkan: Sumber: [nama penulis]--[www.renunganharian.net].
|
Kontak kami:
|
Redaksi
|
|
|
IT Support
|
|
|
Web Developer
|
|
Hit Counter:
|
|
Memaafkan Tanpa Melupakan
|
Bacaan hari ini:
Kejadian 50:15-21
Ayat mas hari ini:
Kejadian 50:20
Bacaan Alkitab Setahun:
Ibrani 8-10
|
Kepada seseorang yang pernah disakiti atau dikecewakan orang lain, kita kerap memberi nasihat seperti ini, “Sudah, lupakan. Yang lalu biarlah berlalu. Tidak usah diingat-ingat. Toh diingat pun tidak ada gunanya.” Sebuah nasihat yang baik dan kedengaran bijak, tetapi sebetulnya tidak tepat. Sebab tidak mungkin kita melupakan kesakitan dan kepahitan yang pernah kita alami. Betapa yang namanya pengalaman buruk, atau “kesakitan” yang ditimbulkan orang lain pada masa lalu tidak bisa kita hapus dari ingatan kita. Itu sudah menjadi sejarah hidup kita.
Yang bisa kita lakukan bukan melupakannya, melainkan mengingatnya dengan cara baru. Bukan menghapusnya dari ingatan kita, tapi memaknainya dari sudut pandang iman. Inilah yang dilakukan oleh Yusuf. Ia pernah begitu dibenci saudara-saudaranya. Mereka menganiaya, bahkan menjualnya sebagai budak. Ia kemudian bekerja di rumah Potifar. Difitnah oleh istri Potifar, lalu dipenjarakan. Sampai akhirnya ia menjadi orang penting di negeri Mesir.
Namun, Yusuf tidak membenci dan menyimpan dendam pada saudara-saudaranya. Saat mereka datang dalam posisi sebagai orang-orang yang meminta pertolongan, Yusuf menerimanya dengan tangan terbuka. Padahal, sebagai orang yang sangat berkuasa di Mesir, Yusuf bisa saja membalas perlakuan buruk mereka terhadapnya dulu.
Yusuf tidak melupakan perbuatan buruk saudara-saudaranya di masa lalu. Ia melihatnya dengan cara baru dari sudut pandang Allah. Ia bekata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan” (ayat 20). Dan, pengampunan pun terjadi.
Penting sekali mengingat setiap kepahitan dari sudut pandang Allah, supaya kita tidak terjebak dalam kemarahan yang tak berujung
|
Penulis: Ayub Yahya
|
Dilihat: 2209 x
|
jumlah komentar Memaafkan Tanpa Melupakan: 13 | lihat komentar Memaafkan Tanpa Melupakan
|
|