EGOISME YANG MERUGIKAN

1 2 3 4 5 Rating 4.82 (17 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 2:1-11

Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4)


Bacaan Alkitab Setahun: 
Amsal 24-27



Seorang pria paruh baya dengan tergopoh-gopoh menghampiri loket pembelian tiket pesawat terbang. Jam menunjukkan bahwa waktu boarding pass sudah lewat dan pesawat terbang akan segera lepas landas. Namun, pria itu mendesak agar diizinkan membeli tiket dan menyusul masuk ke dalam pesawat. Ia pun menjadi marah ketika petugas tidak memenuhi keinginannya. “Saya ada rapat penting 3 jam lagi. Kalau saya rugi karena terlambat rapat, apakah Anda mau mengganti kerugian saya?” Sang petugas pun menjawab, “Jika memang penting, mengapa Anda tidak berangkat lebih awal?” 

Akibat berfokus pada kepentingan pribadi, pria itu sedang mengabaikan kepentingan orang lain. Ia tentu tak peduli apakah di dalam pesawat terbang itu juga ada orang-orang yang sedang mengejar waktu untuk urusan yang sangat penting. Ciri orang egois adalah ia sama sekali tidak peduli apakah tindakannya akan merugikan orang lain, selama dirinya diuntungkan! Bayangkan betapa ngerinya keadaan dunia ini jika setiap orang hanya memedulikan kepentingan pribadinya dan mengabaikan kepentingan orang lain. Kondisi yang harus diwaspadai di tengah kecenderungan manusia yang semakin egois, seperti tertulis dalam 2 Timotius 3:2

Kristus telah meneladankan bagaimana Ia rela mengorbankan kepentingan pribadi-Nya, demi menyelamatkan manusia. Ia pun menghendaki agar kita dapat meneladani Dia. Ia menghendaki agar kita dapat mengerti saat yang tepat untuk mendahulukan kepentingan orang lain, sekalipun harus mengorbankan kepentingan pribadi. Bersediakah kita melakukannya?

—GHJ/www.renunganharian.net


SIKAP MENDAHULUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN
AKAN MEMBUAT KEHIDUPAN INI LEBIH MENYENANGKAN


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: