Sudah terbit: Volume 57!
Sudah terbit: Volume 33!

MOTIVASI MEMBERI

1 2 3 4 5 Rating 3.89 (36 Votes)
AddThis Social Bookmark Button

Baca: Matius 6:1-4

Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. (Matius 6:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Lukas 6-7



Siapakah yang tidak senang bila disanjung dan dihormati banyak orang? Orang berlomba untuk mendapatkannya, termasuk di lingkungan gereja. Pak Dodi (nama samaran), misalnya. Ia senang memberikan persembahan dalam jumlah yang besar, bahkan di luar batas kemampuannya. Dirinya merasa menjadi orang hebat ketika orang menghormatinya karena jumlah persembahannya itu. Namun, siapa yang menyangka, setelah meninggal, ia ternyata meninggalkan banyak utang yang harus ditanggung oleh keluarga. Perusahaannya hamper setahun tidak memperoleh penghasilan. Semasa hidupnya ia terus diajar bahwa jika ia memberikan persembahan, Tuhan akan membalasnya berpuluh kali lipat. Nyatanya, sampai ia menutup mata, semuanya itu tidak terbukti.

Tuhan Yesus mengingatkan kita agar melakukan kewajiban agama kita bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia. Kita harus melakukannya dengan motivasi yang benar, maka Tuhan akan menggenapi janji pemeliharaan-Nya pada kita. Jika kita melakukan semuanya dengan motivasi yang salah, kita akan kecewa karena apa yang kita harapkan tidak terjadi.

Persembahan adalah ucapan syukur kita kepada Tuhan atas berkat yang kita terima. Karena itu, jangan memberikan persembahan dari utang. Persembahan atau sedekah bukanlah investasi, apalagi sogokan, agar Tuhan memberkati kita dengan melimpah. Persembahan juga bukan ajang bergengsi untuk mendapatkan penghormatan dari gereja. Berikanlah persembahan dengan tulus hati karena Tuhanlah pemelihara hidup kita.VT

UNTUK APA MENDAPATKAN UPAH DARI MANUSIA,
NAMUN KEHILANGAN UPAH DARI BAPA DI SURGA?


Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan kami.
Rek. Renungan Harian BCA No. 456 500 8880 a.n. Yayasan Gloria

Respons: